Kamis, 05 April 2012

PERILAKU TERPUJI

KERJA KERAS

Kerja keras adalah bekerja dengan sungguh – sungguh, tidak mudah putus asa dan pantang menyerah demi mengubah keadaan hidupnya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Allah memerintahkan umat manusia untuk bekerja keras dan mencari rezeki setelah beribadah. Agama islam sangat menganjurkan agar orang hidup itu selalu berusaha dengan kerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang berharga atau bernilai dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Islam melarang seseorang yang selalu bertopang dagu, malas – malasan dan hanya merenung dan berdoa dengan mengharap rezeki dari Allah.

Sabda Nabi Muhammad SAW :

                        Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah – olah engkau akan hidup
                        selamanya dan bekarjalah untuk (kepentingan) akhiratmu seolah –
                        olah engkau akan mati besok pagi (H.R Baihaqi) 
 
Untuk itu kita harus selalu berikhtiar dan bertawakal kepada Allah. Sikap kerja keras yang dimiliki manusia adalah anugerah Allah. Sikap ini memacu pada kemajuan dan perkembangannya. Manusia wajib mencari dan berusaha dengan cara yang halal kerena itu merupakan suatu perjuangan.
            Dalam surat Al Jumuah ayat 10, secara tegas kita diminta bartebaran di muka bumi segera setelah salat untuk mencari karunia (rezeki) Allah yaitu dengan bekerja keras, tetapi tetap ingat kepada Allah. Artinya tidak boleh melanggar ajaran Allah, etika dan moral yang telah digariskan oleh Allah harus dijadikan pegangan.
            Rasulullah juga menganjurkan umat Islam untuk bekarja keras. Rasulullah tidak menyukai umatnya yang pemalas atau meminta – meminta. Rasulullah mengajarkan bekerja apa saja yang halal daripada harus menggantungkan hidup pada orang lain.
Rasulullah juga menekankan bahwa makanan yang paling baik adalah yang berasal dari hasil keringat sendiri. Rasulullah SAW bersabda :


Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW bersabda :
“Sungguh seseorang di antaramu mengambil tali kemudian pergi pagi – pagi mencari kayu bakar dan dijualnya, maka ia makan dan bersedekah adalah lebih baik baginya daripada minta kepada manusia (H.Q Bukhari)”


Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda :
Dari Miqdam, dari Rasulullah SAW bersabda :
“Seseorang tidak pernah memakan makanan yang lebih baik daripada makan dari pekerjaan tangannya. Dan sesungguhnya Nabi Daud senantiasa makan dari hasiltangannya (H.R Bukhari)



2.      TEKUN DAN ULET

Tekun berarti rajin, bersungguh – sungguh dan bertekad kuat dalam menjalankan pekerkaannya tanpa memandang pekerjaan tersebut menghasilkan buah besar atau kecil. Untuk meraih kebahagiaan dan sukses di dunia, seseorang harus bekerja keras dan tekun. Tanpa ketekunan dalam bekerja, kebahagiaan akan sulit dicapai.
Sedangkan ulet berarti tidak putus asa terhadap segala sesuatu yang diberikan oleh Allah. Seseorang yang tekun dan ulet serta rajin akan selalu menerima apa yang telah diusahakannya dan selalu menerima anugerah dari Allah dengan hati gembira dan tidak mengeluh. Keinginan seseorang akan tercapai jika diiringi dengan sifat tekun dan ulet dalam usaha mencapainya.

3.      TELITI

       Teliti memiliki kesamaan kata dengan cermat dan seksam. Sikap teliti harus dimiliki  oleh setiap orang jika menginginkan keberhasilan dalam hidup didunia dan akhirat. Artinya dalam menyelesaikan segala sesuatu sebaiknya dengan sikap teliti dan cermat. Contohnya dalam mengerjakan tugas dari Bapak ibu guru, sebaiknya dikerjakan dengan teliti dan seksama agar mendapat nilai yang baik


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar